Bibirnya yang merah seolah sedang tersenyum . Bokepid Aiih kau Karim…pura-pura pula orang ini….menegangkan ototnya kau tadi….bukan mengendurkan….harusnya kau terima kasih padaku ..sudah diberi cuma-cuma menikmati bini gua…kataku dalam hati.“Sebentar pak…aku kencing dulu yaa pak….dan lanjut aku habiskan rokok sebatang ini dulu pak..maaf pak…setelah itu kito berangkat….” sambungnya denga logat Palembang yang kental, sambil mengambil rokok dari tas pinggangya.Aku menuju kemobil…aku perhatikan kembali tubuh istriku yang masih terlentang di jok mobil. Tersirat di fikiranku seandainya mereka berdua di mobil ini…hmm apa yang dilakukan Karim..” Pak Karim,kalau ada pom bensin aku mau buang air dulu ya..jangan lupa berhenti sebentar ya” ujarku“Wah..kalau di sini jarang ada pom pak…biasanya dipinggir jalan cari semak…didepan situ ada jalan kecil ..nanti bisalah bapak kencing disitu..” kata Karim sampil melihat dari spion..dan terlihat seringai nafsunya ketika melihat tubuh




















