Aku terus berusaha memasukkan batanganku ke lubangnya, sementara mukanya meringis menahan sakit sambil menggoyang-goyang badannya karena meronta.“Udah, tenang aja, entar lagi kamu keenakan”Lalu, bles! Bokepid Tidak sulit untuk menemukannya. Untung kostku sepi karena semua orang sudah pergi ke kampus atau bekerja. “Apaan tuh?” Lalu aku mengubah posisi sehingga saling berbalik. Ooii.. Udah diam! Aku memeluk badannya. Aku hanya mendesah-desah merasakan hal yang selama ini cuma jadi impianku. Berapa nomor handphonemu?” Wah, rupanya dia jadi luluh. Lalu aku mengendorkan ikat pinggangnya dan membuka kancing bajunya. Aku berhenti sejenak. Aku menjerit sebentar lalu mulai berubah jadi keenakan. Lalu kunyalakan radio yang ada di sebelah dengan volume yang kira-kira bisa mengelabui orang di luar, tetapi tidak terlalu berisik.




















