Sesampainya disana, aku pun dipersilahkan duduk ke meja paling dekat dengan panggung, dimana paman aku dan bapak Udin sudah menunggu.Para warga sudah memenuhi daerah penonton, dan tak lama pun acara dimulai. Bokep aku berkata kepadanya,“Dewiaaa… aku mau keluar nih…” Dewi membalas,“Iya mas… Ohh… Dewi juga mau keluar lagi…” Dewi semakin liar menggoyangkan pantatnya. Sampai akhirnya aku pun menekan dia kebawah sambil memasukan kemaluanku sedalam-dalamnya kedalam mulut Dewi dan mengeluarkan spermaku didalam mulut Dewi yang imut itu. Dengan aku tak duga diapun menjawab,“Ya sudah tenang saja mas Handoko, aku pastiin nanti malam mas nggak akan kesepian.” aku tersenyum dan mengerti maksud nya. Tentu saja aku masih belum puas, dan langsung aku balikkan badannya ke sofa.




















