Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Bokepid Jumlah muridnya berkurang dan terus bekurang.Xia sangat sedih akan kondisi seperti itu. Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak bisa di gunakan.Xia mengatakan kepada murid muridnya bahwa walikota akan membangun sebuah sekolah yang bagus buat mereka. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru.Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan basket, pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru. Ketika dia berangkat ke kota, ayahnya tersenyum bangga akan tetapi kepala sekolah menangis sedih akan pilihan yang Xia lakukan.Di dalam glamor kehidupan kota, Xia tidak senang sama sekali dia menderita, dalam benak pikirannya, hanya ada sebuah kelas yang




















