Dia berbaring disampingku, dia tersenyum kearahku. Bokepid Namun kini Bu Anis telah pergi mengikuti suaminya dinas kelain kota. Rambutnya yang masih basah itu menjadi acak-acakan. “Sudah Bu Anis” Aku menjawab walau aku belum selesai mandi. Sambil berjalan meniti jalan setapak akhirnya dia mencari tempat yang agak tersembunyi. Dia melangkah menuju kearah jam tangannya yang tertinggal. Merasa mendapat kepercayaan dan hitung-hitung untuk tambahan uang saku maka dengan hati senang aku terima tawaran tersebut. Hatiku semakin nggak karuan aku membayangkan pasti tubuh molek wanita yang pantas menjadi ibuku itu telanjang bebas, aku dengar suara air yang mengguyur tubuhnya. sam.. Setelah bak terisi penuh maka aku persilahkan beliau untuk mandi dahulu.




















