Aku bingung dan kulihat
lagi mereka yang ternyata tangan
kanan Usman telah menyelinap
didalam celana pendek istriku.. aku mau keluar Mbak..”
“Jangan dulu Dik Usman.. Bokep id Mau
dilanjutin?”
Aku diam seolah pulas sekali dan
istriku keluar kamar yang sebelumnya
menyelimutiku dan menghidupkan
lampu tidur dikamarku. “Och.. Oochh hanya segitu kemampuan si
Usman (pikirku), aku agak lega
ternyata kemampuannya tidak beda
jauh dengan kemampuanku. Kehidupan ini
kujalani seolah tanpa hambatan,
lancar-lancar saja, tidak seperti yang
kebanyakan orang bilang bahwa
kehidupan ini penuh perjuangan dan
sulit untuk mencari kerja. Sabtu dan minggu
kebetulan sama-sama merupakan hari
libur buat kami berdua. woouuwww.. Papa khan udah minum
kopi? “Ech.. heehhii..”
Badan istriku sedikit bergetar dan
diam sejenak sambil kedua tangannya
bertumpu pada dada Usman,
sebaliknya kedua tangan Usman
meremas-remas buah dada istriku. Dirumah kami inilah awal dari segala
perubahan kehidupan yang aku
rasakan sangat bahagia menjadi suatu
siksaan dan tekanan bathin yang
menimpa diriku hingga kini.




















