Mungkin dia sudah sangat putus asa, shock, atau mungkin juga menikmati perlakuan kasar kami.Tiba-tiba aku mendengar Robby menjerit tertahan. Baru beberapa langkah kami beranjak pergi, tiba-tiba Wulan memanggil kami, katanya dia ingin ikut kelompok kami saja (alasannya masuk akal, dia tidak enak hati sebab Fadli adalah pacar Lia, dan Wulan tidak ingin kehadirannya di tenda mengganggu acara mereka). Bokepid Aku dan Doni menunggu di atas. Robby dan Doni berjalan tujuh meter di depanku dan Wulan.Di perkemahan, Fadli dan Lia menunggu kami dengan cemas. Segalanya berjalan begitu cepat dan aku tidak menyimpan tuduhan negatif terhadap Robby. Secara cepat Robby menggerak-gerakkan pinggulnya maju mundur. Saat itu kelompok kami (4 lelaki dan 2 perempuan) melakukan pendakian gunung. Warnanya putih kemerahan. Dia menjambak rambut Wulan ke belakang hingga muka Wulan menengadah ke atas. Rupanya Robby




















