Fahmi mengarahkan pencahayaan, sambil sesekali ia pun memandangi belahan dada Karen.***
“Sekali lagi ya…”, kata Guntur setelah beberapa kali mengambil shoot namun belum puas juga dengan hasilnya. Karen risih setiap hari diomeli oleh orang tuanya hanya karena ia bermalas-malasan di rumah, tidak ada pekerjaan, dan tidak ada kegiatan yang berguna.Apalagi setelah lulus sekolah, Karen juga tidak mendapatkan uang jajan lagi. Bokep Karirnya sebagai model majalah dewasa semakin menghancurkan masa depannya. Kantor pemotretan, mereka bergerak dibilang pemotretan khusus majalah dewasa. Mereka juga mmenciumi bibir Karen, tanpa perlawanan, mereka bergantian memainkan lidah di dalam mulut Karen yang manis itu.Hancur sudah pikir Karen, ia sudah terlanjur terjun ke dalam dunia ini. Fahmi dan Guntur bertugas mengambil gambar dan mengatur pencahayaan beserta pose, sedangkan Yesi adalah penata make up dan desain pakaian, walaupun sesekali Yesi juga




















