Kuberi ia bonus gigitan-gigitan kecil di puting dan sekujur susunya. Ia membetot penisku dan membantuku mencari tempik basahnya.“Senangkan aku, bahagiakan aku, Andi. Bokepid Bu Yena berjalan menghampiriku. Begitu balik ke Surabaya, Yena terus minta aku memuaskannya : di kamar rumahnya ketika Pak Tan dan seisi rumah sedang keluar, dan di mana saja. Bisa kulihat Bu Yena majikan ku tersenyum dari kaca itu.“Ini uang tutup mulut. Langsung saja. Hari-hari berjalan seperti biasa, tak banyak yang berubah.Yang sedikit berubah adalah suasana di dalam mobil. 5 juta rupiah!” kata Bu Yena.“Untuk saya?” tanyaku heran.“Ya, untuk kamu,” tegas Bu Yena.“Wah, untuk apa ini, ya, bu?” tanyaku tak mengerti. Tidak bisakah kau lihat ranjang itu?




















