Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Video bokep berember-ember. Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.“Gimana nggak nangis! Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Subhanallah … Alhamdulillah…********Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah.




















