Mengembangkan otakku untuk memperawani mereka. Setan, umpatku dalam hati. Bokep id Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Dan kubiarkan Jay larut dalam lamunannya. “Ray!” Sebuah suara lirih berbisik di telingaku. Karena ia adalah temanku, sahabatku, orang yang kukasihi.Jay? Si pemburu gadis-gadis perawan. Menjentikkan jemarinya memanggil saat aku tergopoh-gopoh memungut rokok mahalku sambil menggerutu. Perkenalan kami sangat singkat, namun dari tatapan mata masing-masing aku dan dia langsung menyelami arti sebuah keakraban. Sesaat setelah percintaan itu, aku mulai bisa menebak berkas-berkas fakta yang sebelumnya terasa begitu gamang. “Aku juga, Chie. Yah, aku sudah merasa cukup senang dengan kehidupanku sekarang tanpa harus terbebani kuliah seperti orang-orang kebanyakan yang lebih memuja akademik daripada skill.“Halo?”
“Ray?”
“Oh, Chie. Jay memandang mataku, dan melengos ke arah lain.




















