Sudah, kita berhenti saja, saya menyerah!” seruku memelas sambil berusaha menutupi tubuh bagian atasku, saat itu aku sudah merasa sangat malu dan tdk lagi berminat untuk meneruskan taruhan itu.“Nggak bisa..! Bokepid Saya lagi tdk bawa uang banyak..!” seruku, sementara kulihat Pak Hendra manajerku, berjalan menghampiriku.“Gampang.., kalau kamu bisa menang, satu game kami bayar lima ratus ribu, tp kalau kamu kalah, nggak perlu bayar, kamu cuma harus buka baju aja, kita main sepuluh game.. Dan Rosmeri tampak mengerang kesakitan sambil menggeliatkan tubuhnya.“Arghh.. aku.. Tp walaupun tempat tinggal kami berjauhan, keluarga kami dan paman sudah sangat dekat. Aku sudah hampir menangis saat itu, tp mereka terus memaksaku, maka dgn perasaan berat dan malu, akhirnya kulepaskan juga bra yg melekat di tubuhku, membuat toketku langsung mencuat dan terbuka di hadapan mata mereka yg tampak




















