Aku bahkan sering mengantarnya pulang ke rumah dan sekedar bertamu di rumahnya. Walau sebenarnya hubungannku dengan Tia lebih dari sekedar teman. Bokep Tia pun semakin menggelinjang menahan nikmatnya terjangan tanganku di buah dadanya. ” Tapi, Bapak yang mbayarin yach tiket nontonnya…” ujar Tia. Setelah meminum kopi yang kutuang di piring tadi, kami pun saling berpandangan. Kujilati dan kusedot putting payudaranya, sementara tangan kiriku menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.Bisa kurasakan memeknya yang basah dan hangat dan tidak berbulu. Kira- kira Bapak lagi sibuk gak? Mau pake susu kch Pak kopinya ? Namun Tia menutupnya dengan salah satu tangannya.“Jangan Pak, kan kotor.. Lambat laun wajah dan bibir kami saling berdekatan, hingga akhirnya bibir kami berdua bertemu dan saling berpagutan dengan mesra.Kukecup bibirnya Tia dengan mesra sambil kumasukkan lidahku ke dalam mulutnya.











