Tubuh Sharon mulai terangkat perlahan lalu turun lagi dibantu oleh si Hitam, begitu terus selama beberapa saat, temponya saja yang semakin kencang.“ OK sekarang giliran gue “ sebut Si Hitam setelah memberhentikan aksinya, Sharon dibaringkan ke dada bidang si putih, kini wajah si Putih dan Sharon sangat dekat, bahkan aroma rambut Sharon belum hilang walaupu sudah keringatan. Bokepid “ ejek si Hitam “ jangan di pantat gue plisss “ Sharon mulai menitihkan air mata, setelah perkataan Sharon yang terakhir itu tak digubris oleh hitam, ia masih asik mengitari anus Sharon dan “ jlebbb “ jari telunjuk hitam masuk ke anus Sharon “ Erghhh “ Sharon merasakan sakit di anusnya “plisss jangannnn “ Pinta Sharon lagi namun tak digubris.




















