Tak kusangka, seseorang mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Ternyata Melki temanku, dia sudah mandi keringat dan mengajakku untuk pulang. Bokep tapi.. Saat itu umurku masih 19 tahun, dengan tinggi badan yang proporsional dan berat badan yang cukup ideal. Rasanya gurih sekali dan asoy! itu.. “Jangan panggil Om, saya belum terlalu tua kok. Kakak anter yuk.” Tawarannya tidak bisa kutolak, refleks saja kepalaku mengangguk_walaupun rumahku cuma sejauh 3 blok dari klub ini_kami ke tempat parkir di bagian depan dan menuju ke barisan bagian kiri. aku.. “Apa yang ketinggalan?”
“E.. Yah! Sayapun menarik nafas dalam-dalam dan mencari secercah keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya, saat aku masuk dan pura-pura memeriksa lokerku juga, ia menoleh ke arahku sehingga kami saling bertemu pandang, sekali lagi nyaliku ciut karena wajahnya yang tampan itu.




















