Ramah langsung pergi menaiki mobil laki-laki itu untuk meninggalkan café. Saat itu juga gadis yang seksi, manja mencubitku dengan kesal. Bokepid “Hai… lagi ngapain mbak ? Aku mau duduk terasa sakit di selangkanganku, Roni kulihat dengan senyum sambil memeluk aku. Kurang lebih limabelas menit dimuka café, penulis mengajak gadis itu kedalam café. Dalam perjalan itu aku bertanya “Ramah kamu cantik, kok maunya kerjaan seperti ini ? Sewaktu hari libur kawan-kawan aku mengajak rekreasi dipantai kasan.Roni menyetujuinya, aku senang karena Roni mau ikut bersama-sama. Akupun tidak tinggal diam untuk melacak mangsa tulisanku luput sampai disitu. Rahmah tidak tahu kemana lagi mengadukan nasipnya, hanya di benaknya bagaimana bisa makan dan tidur. Saat aku menggeser posisi dudukku Roni menarik tanganku, sambil merangkul bahuku. Rupanya abang wartawan pantasan abang mulai dari tadi ngebutkali mendengar kisah










