“Ayolah, jangan malu-malu!” Sebenarnya dalam hati aku menolak. Video bokep Mata Adolf sekilas berubah saat melihat pangkal payudaraku yang montok. Aku berjalan ke halaman depan. Ya ampun, ternyata ia adalah cewek Indo yang tadi duduk di sampingku di ruang tunggu. Namun Adolf tidak mengindahkannya. Udara terasa segar setelah Jakarta diguyur hujan deras semalaman. “Jadi saya sudah boleh keluar?” tanyaku. Mataku tertumbuk pada sebuah iklan satu kolom yang cukup mencolok. Kuparkir mobilku di pinggir jalan. Sekarang coba buka baju kamu semuanya.” Wah! Astaga! Apakah mungkin aku terpilih menjadi foto model di sini? Susan ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih. Batinku. Pasti mereka juga adalah pelamar sepertiku. “Kamu beruntung memiliki payudara yang indah seperti ini”, kata Adolf sambil mencolek belahan payudaraku.“Nah, sudah selesai sekarang.” Aku merasa lega. Sekarang coba buka baju kamu semuanya.”




















