Ananda hanya tersenyum manis mendengar bisikanku, sambil meremas mesra tanganku. Eh”jawabku gugup. Bokepid Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. “Ananda!” dengan senyum manis dia menerima uluran tanganku. Boleh nggak kita gabung duduknya?” tanya Dina sambil tersenyum. Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi yang Ananda bilang pernah menceritakan aku sebelumnya. “Boleh-boleh… Lagian aku sendirian kok” sahuntuku meyakinkan. “Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. Setelah aku menyanyikan beberapa lagu dan mendapat sambutan yang cukup meriah dari pengunjung malam itu. “Ananda masih pingin ngobrol dengan Adiet nih bolehkan?” rajuknya manja. “Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi.




















