Akhirnya setelah menerima “perintah” dari pembeli, saya panggil bagian service yang Insinyur Elektro untuk mulai merangkai USG ini. Bokepid Saya arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, saya mulai “membaca” ruang-ruang jantungnya. Gantian sekarang malah Aryati yang mengelus-ngelus dan memilin-milin payudaranya sendiri. ketika pelincir menetes diperutnya. Memeknya berbau khas yang agak keras dan berasa asin, seperti keju belanda. Sedangkan otak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”. Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah sekarang nampaklah Aryati yang telanjang bulat dan menakjubkan. Sempat saya telpon kepada Rumah Sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka sudah datang, karena Direktur Medis sudah pulang. “Terus. Maklumlah, kami berdua tidak sempat mandi sejak pagi hari tadi. Saya pegang pinggulnya, saya tarik dan dorong tubuh Aryati, sesuai dengan arah laju pinggul saya yang maju mundur.




















