“Gila..! Aku juga memberinya uang dengan harapan agar lain kali bisa kusetubuhi.Esoknya ketika aku membeli rokok, Sari kelihatan biasa saja tak berubah. Bokepid “Sebentar lagi.., Sar..”.Kembali ia melahap. Setiap ada kesempatan untuk pulang jam 5, aku selalu mengajak Sari. Ada beberapa bank, kantor pos dan kantin. Mendingan minum susu Sari aja..”. Engga.., ah. Betul juga. Hal ini sangat kuhindari. Celaka. Sari mempercepat lagi, sampai bunyi. Nikmatnya.., Baru kali ini aku menyetir sambil dikulum. Beberapa tahun lalu ketika perusahaan tempatku bekerja mendapatkan kontrak suatu proyek pada sebuah BUMN besar di Bandung, selama setahun aku ngantor di gedung megah kantor pusat BUMN itu. “Iyyaa.., sini..”, kuraih tangannya menuju ke penisku. Aku masuk ke Plaza, cari tempat parkir yang aman, di belakang bangunan. Aku yang makin penasaran ingin menidurinya.




















