Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba sekali, hingga aku tidak sempat lagi menyadari.“Aku dulu.., Aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini”, kata Ria tiba-tiba sambil melepaskan baju kaosnya.Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Bokep “Angga”, sahutku. Sebentar saja sepiring nasi itu sudah habis berpindah ke dalam perut. “Sama, aku juga sendirian”, jawabnya singkat.Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Padahal baru beberapa detik bertemu. Memang aku selalu menganggap semua itu hanya mimpi buruk.Dan aku tidak berharap bisa terulang lagi. Dia langsung menghampiriku dan membuka ikatan di tangan dan kaki. “Angga”, sahutku. Padahal biasanya aku tidak pernah memperhatikan wanita sampai sejauh itu.“Jalan-jalan yuk..”, ajaknya tiba-tiba sambil bangkit berdiri.




















