Ah, gila ini! Bokepid Astaga! Bertubuh ramping. Tapi semua itu tidak ada hasilnya. Mudah amat! Wajah dan penampilan menarik. Coba kamu berdiri di sana.”
Aku pun menurut saja dan menuju tempat yang ditunjuk oleh Adolf, di bawah lampu sorot yang cukup terang dan di depan sebuah kamera foto. Dapat bergaya. Sekilas kulihat kemaluan di balik celana panjangnya menegang.“Nah, sekarang kamu diam di situ. “Ayolah, jangan malu-malu!”
Sebenarnya dalam hati aku menolak. Akan tetapi biarlah, karena aku sejak kecil selalu mengidam-idamkan ingin menjadi foto model.Dengan perlahan-lahan kutanggalkan blus dan celana panjangku. Rumahnya sih cukup mentereng. Pose keempat, aku masih berdiri, sementara Susan berdiri di belakangku dan berbuat seolah-oleh kami berdua sedang bersenggama. “Pakai baju apa ya enaknya?” batinku. Di halamannya terpampang papan nama “**** (edited) Agency Photo Studio & Modelling. Batinku.




















