Si empunya leher dan payudara itu sendiri kelihatannya menanggapi dengan agak dingin perlakuan tersebut.Pandangannya kosong, menerawang seakan-akan Ia tidak berada disana.Nick merasa hatinya tercabik-cabik. Jim, sang Purchasing Manajer dari X-Com, toko komputer tempat Nick mencari tambahan uang saku, berkacak pinggang di hadapannya.“Thinking of her, eh??”“None of your business, Jim.”“Emang bukan sih, tapi Boss ngomel tuh ngeliat kerjaan elo belum beres. Bokep Ia memakai kembali pakaiannya, lalu duduk di pinggir ranjang.Tangannya meraih jemari Susan.“Sue, gue jahat sekali sama elo. Pandangannya sayu, mulutnya setengah terbuka, merah, menantang….“Jangan di sini, di tempatmu saja,” bisik Nick ketika Susan dengan setengah sadar berusaha membuka ikat pinggangnya.“Uhhh….. Nick dan Susan keluar terakhir, berusaha agar tidak terdorong masuk kembali oleh kelompok yang hendak memasuki lift.




















