ujar suara wanita muda yang kemarinmenuntunku menuju ruang pijat.Ya.Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Hap. Bokep Lalu ia mengolesi dadakudengan cream. Tunggu apa lagi. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarahpada Junior. katanya menggoda, menunjukJuniorku.Darahku mendesir. Kerjaan hari ini sudahkugarap semalam. Tetapi,bayangan itu terganggu. Ah bodoh. Akumakin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.Halo..! Bodoh amat. Ah masa bodo. Ya tidak apaapa,hitunghitung olahraga. Kesempatan tidak akan datangdua kali. ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi kebalik ruangan ke meja depan ketika ia menerimakedatanganku.Mbak Wien.., udah ada pasien tuh, ujarnya dari ruangsebelah. Haruskahkujawab sapaan itu? Betulbetul keras. Lalu memegangpahaku, Yang mana..?Yes..! Akupun segan memulai cerita. Kini pindah ke paha sebelah kanan. Iatidak lagi dingin dan ketus. Aku menanti dengandebaran jantung yang membuncahbuncah.




















