Ternyata tidak. Bokepid Ternyata tidak. Benar-benar aku ingin menghindar darinya. Dan sekarang kejadian lagi. Detik berikutnya baru aku sadar di mana aku. Di Carport. Aku masih jauh dari garis alkoholik. Bingung? Aku merutuki diriku sendiri. “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul 2 lewat. Malam itu begitu indah. Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. Kedua tangannya bertumpu di atas meja. segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku. Sampai-sampai sempat aku berpacaran dengan 2 wanita lain sekaligus ketika aku berpacaran dengannya. “Masih saja jadi petualang,” katanya sambil duduk di hadapanku, “Tapi masih tetap seperti dulu.











