Pemandangan setelah itu begitu indah. Bokepid Aku hanya berani sekali-kali mengintip dari pintu yang membatasi teras depan dengan ruang tamu, setelah itu barulah ruang nonton tv. Marta masih mengenakan kaos rumah. Marta terkulai di sofa, dan aku pun tidur telentang di karpet. Buah dada yang pas dengan tubuhnya. Kok kamu ngeliatin saya kayak gitu?! Marta tak bisa mengelak. “Ta, ada koran enggak yah,” kataku sambil berdiri memasuki ruang tamu. Setelah beberapa lama menunggu Vina di teras rumah, aku celingukan juga tak tahu mau bikin apa. Jawabanku yang penuh kegamangan itu malah membuat Marta makin naik pitam. Dan aku hanya terbengong-bengong mendengar hardikannya.




















