Lumayan dekat dari tempat kerjaku di Roxymas. Tapi aku tidak dapat berharap banyak, soalnya bukan aku yang hendak dijodohkan. Bokepid sshh.. Lalu mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dgn lembut, Dini mendesah-desah nikmat. Lalu aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku.Tidak lama pun waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, sudah waktunya nih, pikirku. Dan aku melihat sepertinya pamanku tertarik sekali dgnnya, karena aku tahu matanya tidak pernah lepas memandang wajah Dini.Tapi tidak demikian halnya dgn Dini. Aku mulai berpikir jangan-jangan Dini lebih menyukaiku. aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu.Setelah itu kami berdua sama-sama lemas. Katanya pamanku sudah tidak pernah mencarinya lagi, soalnya tiap kali Dini ditelpon, yang menjawabnya adalah mesin penjawabnya, lalu tak pernah dibalas Dini, mungkin akhirnya pamanku jadi bosan sendiri.Aku dan ia sering jalan-jalan ke




















