Aku sendiri tidak tahu apa itu.”“Tetapi teman-teman cewekmu banyak yaang cantik & tertarik padamu, Ka. Sosok perempuan yang selama ini ia rindukan: Annisa! Bokepid Sedang apa kau anak muda malam-malam di sini?” ujar beberapa warga seraya memandang aneh ke arah Andhika.Mereka tidak habis berpikir mengapa pemuda itu telanjang bulat di dlm rumah tua yang kosong.“Ak-aku…” Andhika tergagap. Dia tidak mau kulit tubuhnya disentuh laki-laki walau cuma sejengkal.Annisa bukan perempuan murahan. Bahkan Annisa jga ikut pindah dengan orang tuanya dan belum lama ini anak itu menelepon saya. Kopi pahit yaang ia beli di warung angkringan tidak mampu membuat matanya melek. Kekasih hatinya itu menatap ke arah dirinya dengan senyum khas seorang gadis yaang sederhana.“Annisa?” ujarAndhika dlm hati, “Benarkah dia Annisa?”
Seperti berada di luar batas kesadaran, Andhika membelokkan mobilnya masuk pekarangan rumah tua










