Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indri menikah. Bokepid Jari-jari tangannya menjalar menjelajahi sekujur tubuhku. Walau sudah berusaha melakukan apa saja yaang dimintanya.Sementara itu Linda sudah menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih mulus. Bahkan dia menekan dadanya yang membusung padat ke dadaku.“Memangnya aku harus bagaimana?” aku malah balik bertanya. Aku benci dengan suaminya. Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. Bahkan dia menekan dadanya yang membusung padat ke dadaku.“Memangnya aku harus bagaimana?” aku malah balik bertanya. Suasananya sepi-sepi saja. Aku suka kalau tidur sambil memeluk Ibu, Mbak Lisa atau Mbak Indri.




















