Saat itu jam kerjaku memang telah selesai. serunya.Kita taruhan. Bokep Mereka adalah teman-teman dari pemilik club tersebut. seru salah seorang dari mereka.Aku terkesiap mendengar tantangannya, kulirik Rosa yang saat itu sudah berada di depan pintu keluar, dia tampak menggelengkan kepalanya, sambil memberi tanda kepadaku, agar aku cepat-cepat meninggalkan club tersebut.Brengsek! Gua ngga setuju! Dia menyelipkan batang k0ntolnya dari selasela CD yg kukenakan dan terus menekannya dengan keras, membuat batang k0ntolnya makin terhunjam masuk melewati bibir memekku.Jangan.. Sakitt.., perihh, lepaskan itu dari tubuhku..! Kita batalkan saja taruhannya..! Ah. Oke? gumamku pelan sambil menahan tubuhku yang berguncang saat laki-laki itu mulai memompaku.Oke.. Kurangkul tubuhnya dan membantunya berjalan pulang..,,,,,,,,,,,,,,,, Sakitt.., perihh, lepaskan itu dari tubuhku..! eemmhhh. Gua ngga setuju! Perjanjiannya kan sampai kamu telanjang, baru permainannya selesai..!




















