Sejenak kuperhatikan bayanganku yang terpantul jelas pada cermin lebar yang terletak persis di hadapanku. Kiranya Linda telah pergi ke kantornya. Bokep “Hehh.. Aku masih belum dapat berkonsentrasi. Kulihat Linda masih tak bergerak. Aku segera bangkit mengangkat telepon yang terletak di atas sebuah meja rias di sudut ruangan. Kiranya Linda telah pergi ke kantornya. “He eh..!” jawabku singkat.Selanjutnya aku hanya mendengarkan pembicaraannya tanpa banyak berkata-kata. Aku berdiri di depan kloset, melepaskan urine yang sudah tak dapat kutahan. “He eh..!” jawabku singkat.Selanjutnya aku hanya mendengarkan pembicaraannya tanpa banyak berkata-kata. Ia menceritakan hari-harinya di kantor siang itu, mengutarakan rencananya nanti malam, dan menceritakan aktivitas tambahan yang dilakukannya tadi pagi. Aku lalu memesan segelas bir dan mulai larut menikmati suasana santai yang temaram saat itu.




















