†Kata Melissa yang kemudian duduk di samping Alay yang tampak masih ke bingungan, “Ternyata tadi hanya mimpi !!!†Gumam Alay di dalam hatinya, “Ko’ bengong si, sudah sana masuk tidur di dalam kamar… †Ajaknya yang kemudian meninggalkan Alay sendiri yang tanpa sedang memandangnya, Di dalam kamarnya yang kecil Alay tidak dapat memejamkan matanya, entah kenapa dia masih teringat dengan mimpi yang barusan mengusik dirinya, semakin dirinya berusaha melupakan mimpinya barusan maka mimpi itu semakin menghantui dirinya sampai-sampai membuat diri Alay tanpa tidak tenang dan terlihat sangat gelisah, “Apa benar yang di katakan kakek barusan ??? Bokepid “Ya… enak, nanti juga kamu tau gimana rasanya ******* !!!†Alay terseyum licik, kini dia benar-benar percaya dengan kehebatan kalung yang di wariskan Kakeknya untuk dirinya, dan kepercayaan itu membuat dirinya semakin berani




















