Santi menatapnya dengan tatapan memelas, dengan penuh kasih sayang Amir mengelus-ngelus rambut Santi.“sejujurnya sih, kalau Bang Amir nggak keberatan Santi ingin minta tolong sama bang Amir”“katakanlah say…““Entah kenapa Santi selalu berada disini, semuanya samar-samar bagaikan tertutup oleh kabut yang tebal, Santi tidak dapat mengingat apapun bang, Santi seperti terjebak ditempat ini…““Hoh ?? hk hk hkkk..”Via bersandar pada tembok pos jaga itu sementara Samsul berlutut di hadapannya. Bokep Santi tersenyum nakal, ia membungkuk tangannya bergerak lembut melepaskan ikat pinggang Amir, juga menarik resletingnya dengan perlahan, srettttt…, saat resleting Amir turun separuh, Santi menatapnya, ia tersenyum manis sambil mengedipkan mata kanannya. Via semakin kesulitan untuk mengendalikan diri, tanpa ia sadari tubuhnya yang molek meliuk-liuk dengan indah. Di bawah pancaran sinar lampu lima watt, mata Samsul melotot memperhatikan cairan merah itu, bau amis bercampur










