oocchh.. Irfan melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Bokepid Riikk..” Irfan melenguh menyertai ejakulasi puncaknya yg kubuat terus nikmat dgn menekan pantatku maju, menancapkan k0ntolnya sedlm-dlmnya di dlm meqiku, sambil kupeluk tubuhnya erat. Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberbagi minuman kepdku. Kami saling menatap beberapa hari. Akhirnya kuputuskan utk menjauhi Irfan dan kuminta dirinya utk menjauhiku. Ia memberiku peluang utk mengatur napasku yg terengah-engah. Sungguh mati, pd saat itu, sikap tubuhku dan kata-kataku sama sekali tdk berfungsi menggodanya. Ledakan kenikmatan orgasmeku yg terasa semacam berpuluh-puluh menit itu menyemburkan lendir orgasme dlm meqiku, sementara Irfan dgn menggoda terus menggerakkan k0ntolnya dengan cara sangat perlahan, di mana setiap mili k0ntol Irfan menggesek dinding meqiku, sebuahkenikmatan orgasme meledak dlm tubuhku.




















