Aku
menggelinjang ketika jarinya meremas buah dadaku dengan lembut, dan
mengelus-elus puting susuku. Kelihatannya ekonomi kakakku masih pas-pasan. Bokepid “Aaahhh..,” hanya desisan yang dapat kukeluarkan dari mulutku. “Aaahhh..,” hanya desisan yang dapat kukeluarkan dari mulutku. Mas Ton menangkap apa yang kumaksud. Aku tetap pura-pura
masih tidur dalam posisi telentang, jantungku berdegup keras, aku tidak
tahu apa yang harus kuperbuat. Aku tahu ini adalah kebiasaan sewaktu remaja. Kugelengkan kepala ke kiri dan ke kanan, sampai akhirnya Mas Ton bisa
menangkap mulutku dengan mulutnya. Kurang lebih
jam 04:00 pagi Mbak Rani bangun dan keluar kamar untuk urusan dapur. Beberapa
detik aku tergeletak dengan lemas berdampingan dengan tubuh hangatnya
Mas Ton. Aku takut bertemu Mbak Rani yang masih sibuk di dapur
menyiapkan sarapan pagi kami.




















