Kupegang tangannya dan tidak segera kulepaskan. Ia termangu-mangu.“To, aku mau mengulangi saat-saat yang kita jalani dulu,” katanya. Bokepid Ennggh..” katanya.Kupotong kata-katanya, “Anto,” sahutku. Aku tahu ia ingin aku segera menyelesaikannya.Kutindih dan kucium bibirnya. Ayo kita mulai!”Kubuka selimut yang menutupi. Sekarang baru bisa pulang dan mau istirahat”. Suatu ketika aku mencarinya di hotel. Ketika berjalan dalam sebuah gang sempit, kulihat dari belakang sepertinya Santi. Beberapa minggu kemudian akupun sudah diterima sebagai staf pembukuan di sebuah perusahaan di sekitar Harmoni. Aku diam saja dan mulai memainkan payudaranya. Dia diberikan modal untuk membuka warung kelontong. Santi ya? Beri aku waktu sebentar. Ini juga mau pulang, istirahat di rumah,” kataku.




















