Bangun terduduk.“Ibu telan?….Apa ibu tidak jijik?”Tanyaku bodoh.Ibu Miranti menggeleng, justru mukanya cerah, kepuasan terpancar diwajahnya. Bokep Bu Miranti melepas resleting celanaku, memasukan tangannya kecelana dalamku dan meremas-remas kontolku yang tegang dengan geregetan.“Heeeemmmmmm” Ucapnya lalu membimbingku masuk kekamarnya berjalan mundur dengan memegang dan menarik kontolku. Erangannya makin merangsangku. Kurasakan napasku mulai berat. Ibu sayang pada kalian”Ucap Bu Miranti sambil memegang jari tanganku. Bu Miranti kadang menggeliat keenakan.Makin lama pijitanku makin turun, kepunggungnya, ke tulang-tulang rusuknya, kepinggangnya. Jangan Wiiinnnn akhhhh…Merinding ibu ah”Dekapan tanganku ditetek dan dadanya makin kuat. Teman sekamarku Yon sendiri ingin ikut nengok. Aku ikut tersenyum. Batang kontolku rasanya terjepit oleh dinding memek Bu Miranti yang seperti berdenyut-denyut dan menghisap-hisap. Sekali, sekali. Ketika ingin kucabut Bu Miranti melarangnya.“Jangan sayang, jangan dicabut dulu, biarkan ibu memiliki dan menikmatinya, peluk…peluk…tetap tindihlah ibu sayang.




















