tiba-tiba Evi membawakan sebuah lagu. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai menyapu wajahnya yang lembut.Libur 2 hari serasa hanya 1 menit kami rasakan.Belum puas rasanya menikmati hari liburku yang bisa aku lewatkan bersama 2 gadis cantik..betapa konyolnya aku!!!Saat pulang ke Cirebon, aku duduk dibangku paling bekalang bersama Tia, Evi dan Nana. Bokep Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Dua hari dari kejadian itu, Evi masih terlihat marah padaku. Sesekali bibir Tia mengecup keningku dengan hangat dan tangannya membelai lembut setiap helai rambutku. “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi.




















