Setelah dia merasakan kenikmatan aku pun diminta segera pergi dari rumahnya dengan memberiku uang seperti perjanjian tadi. Tangannya membelai memekku dengan lembut, tubuhku bergerak merasakan kenikmatan itu.Lalu jemarinya masuk ke daalam memekku, perlahan dan masuklah jari itu. Bokep Uang saku selalu aja minta lebih, ada saja yang harus dibayarkan. Di putar-putar jarinya di dalam memekku sehingga aku menjerit merasakan kenikmatan,“ooohhhh…aaahhh…oooohhh aaahhhh…..”
Tubuhnya yang kekar menempel di tubuhku yang mulus. Putingku yang menonjol itu memerah membuatnya semakin gemas denganku . Orangtuaku tidak pernah tau kost temanku, Kristin namanya. Bahkan aku seharusnya semester akhir masih saja duduk di semester 3.Keluarga marah besar denganku, semua orang memaki ku. Dia teman nakalku, aku kerap diajak clubbing dan jalan-jalan dengannya. Tapi apalah daya demi uang aku harus rela memberikan tubuhku yang mulus dengannya.




















