” Ajah djuga membawa seorang wanita cantik. Dialah raaksud Tante Nora jang mendidik aku sedjak ajah berpulang kerumtullah. Bokep Kurasa hidupku lebih banjak kenang- kenangan. Lama sisadah ajah meninggal, aku tetap uaak. Tetapi aku tidak dapat memutuskannja. Djalan-djalan tergenang air. Ja manis ?”Hatiku kembang seperti bunga mendengar kata2 Tante. 000 kepada Sarinem pelajan rumah jang setia. Biasanja hanja minum kopi segelas. ” Ajah djuga membawa seorang wanita cantik. Istimewa madjalah madjalah jang kata orang isinja agak ”berat”. Senang sekali mendengar pudjian itu.Sesudah ajah meninggal dunia suasana dalamj rumah bertambah sepi. Beliau menatapku dan berkata„Di.am ! Ia sangat cantik dan menarik.Rambutnja pendek dan alis melengkung seperti bulan sabit Warna kulitnya seperti buah langsat yang aru dipetik.




















