Biasanya Bu Sun menelponku di kantor apabila akan datang ke Jakarta dan kujemput dia di Gambir dan langsung pergi ke salah satu Hotel, sebelum dia menuju rumah anaknya…, eh.., anakku jg. Bokepid “Iyaa…, Buu.., tolong dikerokin saja dan setelah itu baru minum obat tolak angin.., soalnya kalau dibiarkan bisa kasep nanti, apalagi besok adalah acara resmi perkawinannya…, ayoo.. Rencanaku biar anakku dapat kerja yg mapan dahulu sebelum kawin, tetapi Pak Sun dan Istrinya terus mendesak agar mereka berdua cepat-cepat di kawinkan agar tdk terjadi hal-hal yg tdk diinginkan dan Bu Sun sudah ingin menimang cucu, katanya. Bagaimana tdk heran, jabatan Pak Sun hanyalah kepala desa yg tdk menerima gaji, tetapi hanya menerima tanah bengkok selama dia menjabat.Yg membuatku lebih terpesona adalah Bu Sun calon besanku perempuan, walaupun usianya sudah tdk muda




















