“Yang bener.. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme, dan Rina.. Bokepid uang Rina sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”
Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah.Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.“Hallo, Oom Ryan..!” Rina yang baru masuk tersenyum. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Dian, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Rina, duduk di kelas 2 SMP.Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku!




















