Aku mendesah panjang. Bokep Ya kan, setan cilik?”Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya.Aku memilih untuk diam. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Kemudian berteriak,“Kenapa??!! Maria” Tomo melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin.“Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil.Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok.Mungkin karena puber. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Tomo dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu.




















