Entah kenapa tiba-tiba Mas Iky memandangiku dengan lembut. Badannya cukup berisi karena sudah biasa bekerja di sawah membantu bapaknya di kampung. Bokepid Andai saja Mas Iky suka pergi ke lokalisasi, tentu dia tidak perlu harus menulis surat pembaca itu. Namun aku tetap termangu di sudut dapur. Sudahlah, aku bisa masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie seperti ini.”Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Sandi sedang tidak berada di rumah. Wawan mulai gelisah tangannya kadang meremas susu, kadang meremas seprei dan kadang memegang pinggang Desi seolah-olah mengatur agar Desi menekan sedalam mungkin.“Aduh… teh… Aakh”,Wawan mendesah, bicaranya mulai ngaco, nafasnya mulai memburu dan badannya mulai kejang, kepalanya mendongkak keatas, matanya terpejam dan pantatnya mengangkat naik dan crot…crot…crot… Entah berapa kali semburan yang




















