Suasana ballroom sudah sangat berbeda dari waktu kutinggal tadi. Bokepid Ntar aja, dia masih capek kali, pikirku menghIbur diri. Kini tubuhku telah telanjang di hadapannya, hilang sudah keanggunan yang kupertontonkan di ruangan pesta tadi, aku tergolek tak berdaya di hadapannya, bahkan kakiku kubuka lebar sambil berharap dia segera melakukannya.Kurasakan usapan kepala penisnya di vaginaku, dengan sekali dorongan keras meluncurlah penis yang terbungkus kondom itu mengisi liang vaginaku, aku terhenyak kaget akan kekasarannya, tubuhku menggeliat nikmat, cairan sperma Pak Edy yang masih tertinggal di vaginaku memudahkan penisnya sliding dengan cepatnya,kasar dan liar kocokannya sambil tangannya meremasremas kedua buah dadaku, pinggulku ikut bergoyang mengimbangi irama permainannya, desahan nikmat keluar dari mulutku tanpa bisa kutahan lagi. Denyutannya begitu hebat melanda dindingdinding vaginaku,dicabutnya keluar untuk menumpahkan tampungan spermanya di kondom ke dada dan perutku, aku




















